
Dalam cara pandang setiap orang tentang hidup memang berbeda-beda, faktor yang mempengaruhi mungkin terdiri dari banyak hal. Namun perbedaan apapun harusnya tetap kita hormati.
Dalam mendalami mindset hidup, terkdadang manusia sering hilaf dan keluar dari jalur yang telah di set-up. Maka minset itu harus terus di tata ulang, di renungi, dan dipegang dengan teguh. Meskipun kondisi sosial terkadang membuat mindset ini lari keluar jalur.
Memegang teguh Mindset tentang hidup
Berusahalah menjadi pintar, namun jika sudah merasa pintar, jangan membodoh-bodohi orang lain. Karena pintar itu seyogyanya mencerdaskan orang sekitar kita.
Berusahalah menjadi besar, namun jika sudah merasa besar, jangan mengecilkan orang lain. Karena besar itu seyogyanya mengayomi yang kecil.
Berusahalah menjadi tinggi, namun jika sudah merasa tinggi, jangan merendahkan orang lain. Karena tinggi itu seyogyanya mengangkat yang kecil.
Berusahalah menjadi benar, namun jika sudah merasa benar, jangan mudah menyalahkan orang lain. Karena benar itu bervariasi, berbeda tidak selalu salah.
Berusaha adalah ikhtiar yang dijalani manusia, yang dimana hasil akhirnya adalah ketentuan tuhan, Kodratullah, dan kemudian pintar, besar, tinggi dan benar adalah hal yang sifatnya relatif, harus memiliki pembanding untuk menilai, dan merasa adalah hasil dari olahan rasa.
Keempat ikhtiar tadi akan menjadi sangat tidak bermakna apabila salah dalam penerapan, bagaimana jika kepintaran yang sudah dimiliki ternyata hanya untuk menggoblok-goblokkan orang.
Bagaimana jika seorang dengan upayanya telah menjadi besar, namun besar yang ia miliki hanya untuk merendahkan dan menindas yang kecil.
Lalu bagaimana jika orang yang merasa bahwa dirinya benar, namun sebenarnya ia hanya ingin berkata bahwa orang lain adalah salah.
Disclaimer: Tulisan ini hanyalah opini dari penulis dan bertujuan untuk karya sastra untuk penulis pribadi, tidak ada tujuan untuk menasehati, bentuk sindirian atau niatan menggurui dalam tulisan ini.

Tinggalkan Balasan